Di sebuah SMK (Sekolah Menengah Kejuruan), Ketua Jurusan atau Ketua Program Keahlian adalah guru yang diberi tugas tambahan untuk memimpin, mengoordinasikan, dan mengembangkan kegiatan pembelajaran pada bidang keahlian tertentu.
Secara singkat, Ketua Jurusan bertugas memastikan seluruh kegiatan jurusan—mulai dari perencanaan, pembelajaran, praktik, pengelolaan fasilitas, kerja sama industri, hingga evaluasi—berjalan dengan baik dan menghasilkan lulusan yang kompeten serta siap bekerja, melanjutkan pendidikan, atau berwirausaha.
Untuk struktur organisasi sekolah, jabatan ini biasanya berada di bawah koordinasi Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum atau langsung kepada Kepala Sekolah, sesuai dengan struktur dan kebijakan masing-masing SMK.
Membuat rencana kegiatan jurusan untuk satu tahun pelajaran, termasuk target pembelajaran, pengembangan kompetensi siswa, kegiatan praktik, dan peningkatan mutu jurusan.
Mengatur dan menyelaraskan kegiatan para guru mata pelajaran kejuruan agar pembelajaran berjalan sesuai kurikulum, kebutuhan dunia kerja, dan tujuan sekolah.
Memastikan kegiatan praktik di laboratorium, bengkel, studio, atau ruang praktik berjalan dengan baik, aman, tertib, dan sesuai standar kompetensi..
Mengusulkan pengadaan, perbaikan, pembaruan, atau pengembangan peralatan praktik sesuai perkembangan teknologi dan kebutuhan pembelajaran.
Mendorong siswa agar memiliki keterampilan teknis, sikap kerja, disiplin, kreativitas, kemampuan berkomunikasi, dan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja..
Membantu membangun hubungan dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) untuk kegiatan seperti:
Mengawasi penggunaan, perawatan, inventarisasi, serta kebutuhan peralatan praktik, bahan praktik, komputer, mesin, dan fasilitas pendukung lainnya.
Membantu menentukan tempat PKL, memantau pelaksanaan kegiatan, berkoordinasi dengan pembimbing industri, serta mengevaluasi hasil PKL siswa.
Mempersiapkan siswa, tempat, peralatan, bahan, dan administrasi untuk kegiatan asesmen atau uji kompetensi keahlian.
Mengidentifikasi kemampuan, kendala, prestasi, serta kebutuhan pembinaan siswa di jurusan.
Mengadakan atau mendukung kegiatan seperti:
Menilai pelaksanaan program, mengidentifikasi kendala, menyusun solusi, dan membuat rencana perbaikan untuk periode berikutnya.
Menyampaikan laporan mengenai kegiatan, kondisi fasilitas, kebutuhan jurusan, capaian siswa, kerja sama industri, serta hasil evaluasi program.
"Membentuk lulusan yang kompeten, berkarakter, dan siap berkarya di bidang konstruksi melalui pembelajaran berbasis praktik, teknologi, dan kebutuhan industri."
"Mengembangkan kompetensi peserta didik dalam desain dan pemodelan bangunan yang kreatif, inovatif, serta sesuai dengan perkembangan teknologi konstruksi."
"Menyiapkan lulusan yang terampil, disiplin, dan profesional untuk menghadapi tantangan dunia kerja di bidang teknik mesin."
"Mencetak tenaga profesional di bidang otomotif yang kompeten, adaptif, dan siap menghadapi perkembangan teknologi kendaraan."
"Menghasilkan lulusan yang unggul dalam pengelasan dan fabrikasi logam dengan mengedepankan keselamatan kerja, kualitas, dan profesionalisme."
"Membekali peserta didik dengan kompetensi elektronika yang inovatif, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan industri modern."
"Mewujudkan lulusan yang teliti, kompeten, dan profesional dalam bidang analisis laboratorium sesuai standar industri."
"Menyiapkan lulusan yang kompeten di bidang proses industri kimia dengan mengutamakan keselamatan, kualitas, dan kepedulian terhadap lingkungan."
"Mencetak lulusan yang kompeten di bidang ketenagalistrikan, berintegritas, dan siap bersaing di dunia kerja maupun pendidikan lanjutan."
"Mengembangkan kompetensi pemetaan dan geospasial berbasis teknologi untuk menghasilkan lulusan yang siap menghadapi kebutuhan industri."
"Membentuk pengembang perangkat lunak yang kreatif, inovatif, dan mampu menghasilkan solusi digital yang bermanfaat bagi masyarakat."
"Menyiapkan lulusan yang unggul dalam jaringan komputer dan telekomunikasi, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta siap memasuki dunia kerja."